Rayap SCES Logo DowSentricon Colony Elimination System (SCES) merupakan salah satu produk dari DOW AgroSciences untuk membasmi koloni rayap secara tuntas sampai ratu rayap mati. SCES adalah sistem umpan (baiting system) yang menggunakan Hormon Hexaflumuron yang di-infiltrasikan-kan ke dalam pellet. Umpan yang berhormon tersebut bila dimakan oleh kasta pekerja akan menghambat pertumbuhan kulit dari kasta pekerja (insect skin growth regulator). Setiap bulan secara alami kasta pekerja akan bergati kulit (molting) dan dengan mengkonsumsi umpan yang berhormon tersebut akan mengakibatkan kasta pekerja tidak bisa berganti kulit (molting) dan akhirnya mati karena terjebak dalam kulit yang lama. Sentricon Logo GifSelama masih hidup kasta pekerja tersebut akan memberitahukan kepada kasta pekerja yang lain melalui feromon (hormon lacak) tentang keberadaan "umpan" tersebut. Selain itu melalui sifat rayap yang lain, yakni Trofalaksis (Lihat Detail) akan lebih mempercepat penyebaran "umpan" kepada kasta pekerja yang lain. Setelah beberapa waktu kemudian (sekitar 1,5 s/d 2 bulan) seluruh kasta pekerja mati sehingga suplai makanan kepada seluruh anggota kolonni yang lain termasuk Ratu-Rayap terhenti juga dan hasil akhirnya adalah Koloni Rayap musnah sampai dengan ratunya.

 Rayap SCES Komponen

Kelebihan dari SCES (Sentricon Colony Elimination System) ini adalah:

  • Tidak Berbau
  • Tidak Beracun
  • Tidak Merusak bangunan
  • Tuntas s/d Ratunya

 

Sentricon memiliki 2 (dua) macam komponen utama dalam aplikasinya :

IN-Ground (IG) Station

IG-Station dipasang di halaman sekeliling rumah/bangunan yang berhubungan langsung dengan tanah. Jarak masing-masing IG station adalah ± 4 m. Tanah dibor dengan kedalaman ± 25 cm dengan diameter sekitar 4 cm sebagai tempat diletakkannya IG station tersebut. Pada tahap awal di dalam IG-station tersebut akan diletakkan kayu sebagai alat monitor (Wood Monitoring Device - WMD) yang berguna untuk memancing rayap tanah. IG station ini akan dimonitoring setiap 3 (tiga) bulan dan apabila pada saat monitoring ditemukan adanya rayap hidup, maka WMD tersebut harus diganti dengan Recruit-II (Umpan berbentuk pelet) yang mengandung hormon hexaflumuron. Setiap 2 (dua) minggu R-II tersebut diganti/ditambah dengan yang baru sampai seluruh koloni musnah (± 2 bulan). Bila koloni rayap sudah musnah, maka di dalam IG station diletakkan kembali WMD untuk mengantisipasi adanya koloni rayap yang lain yang mendekati kompleks bangunan.

Rayap SCES IG             Rayap SCES IG Tanam          Rayap SCES IG Dalam Tanah

 

 

Above Ground (AG) Station

Rayap SCES AG 1Station ini berupa kotak plastic berpintu yang berisi umpan dalam bentuk pellet yang mengandung hormon hexaflumuron yang ditempatkan di area yang memiliki jalur rayap yang aktif. Station ini harus diamati minimal setiap 2 (dua) minggu. Bila umpan tersebut tinggal 1/3 bagian, maka harus ditambahkan umpan demikian selanjutnya sampai seluruh koloni rayap musnah. Bila rayap sudah musnah, maka station tersebut dapat dibongkar dan bangunan dapat segera direnovasi bila memang diperlukan.

 

 

 

 

 

Rayap SCES AG 3Pemasangan komponen di dalam bangunan dilakukan dengan menempelkan station ke tempat jalur rayap aktif dengan menggunakan Hot-Glue (Lem plastic panas) atau dengan perekat plastic (lak-ban) warna hitam, atau dengan menggunakan baut yang sudah tersedia di dalam kemasan. Dikarenakan rayap menyukai suasana lembap, maka umpan (pellet) dapat dilunakkan sampai berbentuk mirip Gel dengan menggunakan air mineral. Sedapat mungkin hindari penggunaan air PAM karena kemungkinan mengandung Chlorine yang dapat membuat rayap menolak untuk masuk dan makan ke dalam AG-Station yang berisi umpan tersebut. 

 

Rayap SCES AG 4

Gambar di samping memperlihatkan umpan yang di dalam AG-Station yang sudah dikonsumsi oleh rayap yang ditandai dengan di dalam dan sekitar kotak tersebut terdapat tanah dan volume umpan yang sudah berkurang dari sebelumnya.

 

 

 

 

 

MASA PEMELIHARAAN

  • Periode Pemusnahan

Dibutuhkan waktu antara 1½ bulan s/d 2 bulan untuk memusnahkan seluruh anggota koloni rayap. Selama periode ini, operator yang terlatih (bersertifikat) akan memonitoring secara berkala setiap 2 (dua) minggu dengan melakukan penambahan umpan bila umpan yang sebelumnya tinggal sekitar 1/3 bagian sampai seluruh anggota koloni rayap musnah sama sekali.

  • Periode Pengawasan/Monitoring secara berkala

Jumlah koloni rayap di dalam satu kawasan yang luas tidak dapat terdeteksi dengan pasti tetapi dapat diperkirakan apabila di kawasan itu banyak laron (kasta reproduksi) yang berterbangan saat lembab (sehabis hujan atau malam hari), maka dapat dipastikan ada banyak koloni rayap yang lain di area tersebut. Untuk memonitoring rayap-rayap tersebut mendekati bangunan, maka diperlukan monitoring secara berkala supaya bangunan aman terhadap serangan rayap. SCES menerapkan pengamatan berkala setiap 3 (tiga) bulan sampai berakhirnya masa kontrak 1 (satu) tahun. Apabila dalam masa pemeliharaan tersebut ditemukan rayap di dalam IG station yang memakan WMD maka operator akan mengganti kayu tersebut dengan menggunakan R-2 (recruit 2) yang berisi umpan (pellet) yang mengandung hormon Hexaflumuron dan selanjutnya pengamatan dilakukan kembali setiap 2 (dua) minggu dengan menambahkan umpan baru sampai seluruh anggota koloni rayap baru tersebut musnah.

 

PROSEDUR KEAMANAN KERJA SENTRICON

SCES menggunakan umpan berbentuk pellet yang mengandung hormon hexaflumuron –tidak termasuk pestisida- sehingga aman digunakan untuk manusia, tidak beracun bagi manusia dan hewan peliharaan serta tidak mencemari lingkungan. EPA (Environmental Protection Agency) semacam KLH (Kementrian Lingkungan Hidup) mengklasifikasikan ke dalam golongan kelas Very Slightly Hazardous  hanya mematikan rayap karena tidak mampu berganti kulit, itupun setelah 1 (satu) bulan rayap mengkonsumsi hexaflumuron.

ALAT-ALAT KEAMANAN KERJA

Pemasangan IG dan AG tidak memerlukan prosedur penanganan pestisida karena relatif aman bagi manusia. Bagi teknisi yang merokok diharuskan mencuci tangan sebelum menjamah komponen sentricon karena adanya kandungan nikotin di dalam rokok dapat menyebabkan repelensi terhadap rayap.

Who's Online

We have 70 guests and no members online

JSN Decor template designed by JoomlaShine.com